Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

Apple CEO apologizes for Maps flaws, recommends rivals (Dalam Sebuah Opini)

"Apple Inc Chief Executive Tim Cook apologized Friday to customers frustrated with glaring errors in its new Maps service and, in an unusual move for the consumer giant, directed them to rival services such as Google Inc's Maps instead." Reuters.com 

Ya kalo saya mending pakai pepatah lama, kalo bisa saling melengkapi dengan hasil yang lebih baik, kenapa mesti harus ngoto beridir sendiri? apa karena gengsi? atau karena faktor lain. Kadang saya sendiri juga selalu terbuai dengan hal semacam ini. Misalnya pada awalnya dah ada janji untuk kerjasama untuk sebuah proyek, tetapi setelah jalan dan hasilnya lumayan. Kita berusaha "lari" dari proyek tersebut untuk berdiri sendiri dengan harapan hasilnya bisa buat sendiri.

Padahal kenyataanya ga seperti itu, bisa saja proyek pertama sukses itu karena kita bekerja sama dengan yang lain, kemampuan setiap orang kan beda2. Jadi bisa saling melengkapi.

Intinya jangan serakah, dalam SEO pun juga seperti itu, jangan serakah. Kalo ingin visitor yang banyak, ya buat konten yang berkualitas donk. Seo menurut saya lebih ke arah konten yang bagus, yang bermanfaat bagi user. Hargailah user website kita, maka kita akan dihargai oleh search engine. Tanam padi ya tumbuh padi + rumput sebagai bonus. Tanam rumput ga bakalan tumbuh padi. Bikin konten yang berkualitas, visitor senang, Anda bakal dapat sesuatu yang mengejutkan. Backlink? Ga usah dicari, kalo konten kita mantab, pasti dapat backlink secara otomatis.

SEO bukan tentang "mencurangi search engine" tapi lebih kepada bagaimana kita melayani visitor, memanjakan mereka dan memberikan mereka pelayanan terbaik.

Wanita Wanita Perkasa

Wanita, sering dianggap lebih lemah daripada pria. Bahkan bagi masayarakat dipedesaan rutinitas wanita hanya berkutat di "kasur, dapur, sumur". Tentu saja ini sebuah anggapan yang berkonotasi sedikit menganggap wanita lebih dibelakang para pria. Tapi tahukah Anda bahwa saat ini wanita telah berubah peranya dalam kehidupan rumah tangga khususnya dipedesaan.



Di masyarakat desa saya sendiri, saat ini hampir 30 persen wanita menjadi tulang punggung keluarga. Sementara kaum suami hanya menjadi buruh di sawah dengan hasil 15 rb an per hari, sang istri menjadi motor penggerak ekonomu keluarga dengan menjadi pedagang keliling, kuli panggul di pasar dan lain sebagainya.

Padahal sebenarnya pekerjaan kuli panggul merupakan pekerjaan pria, tetapi saat ini malah lebih banyak wanita yang memerankan peran yang seharusnya dilakukan oleh pria ini. Wanita yang sering kita lihat makhluk yang lemah gemulai, manis serta manja seperti di sinetron-sinetron maupun FTV sangat bertolak belakang dengan kehidupan yang sebenarnya.

Wanita-wanita perkasa, yang entah terpaksa atau dipaksa menjadi tulang punggung keluarga menjadi seorang kuli panggul atau pekerja bangunan demi menopang kehidupan keluarga. Tangan wanita yang seharusnya halus membelai wajah anaknya menjadi berkapal dan penuh luka demi masa depan anaknya.

Wanita adalah tiang suatu negara, jikalau baik wanitanya maka baik pula negara itu. Surga dibawah telapak kaki ibu, itulah mengapa wanita menjadi salah satu sosok paling saya hormati dalam kehidupan saya. Khususnya emak saya. Hargai dirimu wanita, karena Engkau tiga kali lebih utama daripada pria.